Selasa, 19 Juli 2011

Aku dan pertanyaan "hidup ini apa ?"

Jakarta..
Tadi pagi salah satu -mate- di ‎​​ввм™ berapresiasi tentang entri yang aku tulis kemarin, katanya tulisanku keren (wow kayak dikasih bunga mawar merah) , dia ingin aku menulis lagi dengan tema yang dia lemparkan yaitu : "aku dan pertanyaan hidup ini apa ?" , hmm.. Sejenak diam, membatin dalam hati "ihhh, temanya susah bangettt , aku yakin ini pertanyaan yang masuk dalam kategori sulit dijabarkan oleh setiap orang, karena jawaban akan terlahir dari bagaimana / sudut pandang masing-masing dalam mengaktualkan hidup ini. Yahhh, tapi aku gak mau sandangan "keren" yang baru aku dapat harus hilang kalo aku gak selesaikan blogku ini. Hehe.. (Intermezo ya Danu)

Serius ahhh..

Diawali dari pertanyaan teman , namanya Kokoh Yanuar Asmara katanya : "Apa yang dipikirkan Tuhan saat menciptakan manusia?"
Diperjelas dengan pernyataan teman , namanya Dega Darwis katanya : "Kita itu sama halnya sedang bermain dadu dengan Tuhan , Tuhan yang kocok dadunya kita yang jadi ular tangganya."
Diperkeruh oleh tulisan Kahlil Gibran katanya : "Kehidupan adalah sebuah pulau yang memiliki batu-batu harapan, yang memiliki pohon_pohon impian, yang memiliki bunga-bunga kesepian, yang memiliki musim semi kehausan ditengah lautan kesunyian dan pengasingan. (Huaaa.. Keruhhh bangett yahhh)
Jadi , simpul menyimpulkan HIDUP itu apa ?
sederhana saja, maknai hidup kalian masing-masing sesuai versi kalian.
Aku hidup sesuai versiku sendiri. Ibaratkan saja Hidup itu adalah mimpi, kenapa?? Karena saat kita tiba didunia (Bumi) berarti kita sedang bermimpi memasuki persimpangan antara waktu, tidur dan mati untuk sebanyak-banyaknya mencari bekal yang akan dibawa di kehidupan kekal nanti yang dinamakan akhirat dengan cabangnya 'surga dan neraka'.
Owhhh.. Life's a bitch indeed. Life's a bitch and then you die. Tapi se-bitchy-bitchy-nya hidup, kadang justru kebitchy-annya dan kenistaannyalah yang bikin life is worth living dan membuat kita jadi lebih baik.
Hidup kan gak sebatas tulisan , hidup itu untuk hidup , dijalankan dihadapi ditaklukan !
Menarik memang, tapi aku pikir aku bosan bahas kehidupan , tak pernah ada titik cerah dikepalaku kalau bahas hidup. Hirup saja udara yang ada , injak saja tanah dibawahmu , perlakukan siang sebagai waktu untuk berpraktek , perlakukan malam sebagai waktu untuk berteori , keluhkan saja apa yang memang menurut kalian sulit , berbahagialah kalau memang ada hal yang membahagiakan , hidup itu bebas , dimanapun kapanpun kamu bisa sesuka hati melakukan hal yang ingin kamu lakukan , karena semua milik Tuhan. TAPI (kapital) Tuhan tak menciptakan kita sendirian, ada mahkluk seperti kita yang lainnya yaitu MANUSIA yang membuat semua gerak kita ada yang menilai , maka berbaik hatilah pada manusia-manusia lainnya maka dengan otomatis manusia-manusia lainnya itu akan berbaik hati pada kamu. Mudah kan ?? Kamu berhubungan baik dengan Manusia , dengan Alam , dengan Tuhan , lalu kamu mati dan on the way menuju keabadian (masih misteri.red)

1 komentar:

  1. Do you really know where you are going? Do you have a plan-of-action to take the kinks out of your road to the future? ...you can reach and find happiness. You can reach for that plain peace-of-mind which you desire. All you have to do is turn the key and open the door.
    And how do you see yourself in fifty years time?

    kalau kamu menyatakan kehidupan itu versinya sendiri-sendiri berarti dari awal tidak usah ada entri ini, nah itu hidupmu! hahahaha... trs pos komennya di hidden ajah, biar aku tidak komen! wkwkwkwkwkwk :P

    kamu dari awal memulai pembicaraan dari khalil gibran(tokoh nasrani yg masuk ke islam krn belajar sastra bahasa arab), terus tentang akhirat dan bekal(yang masih terdengar DONGENG tp belum di refleksikan sendiri tapi masih percaya/di katakan berulang-ulang).

    ~(-_-~) >........ gelar tikar dan siapkan kopi.

    next,

    1. pertanyaan dari hidup itu apa, adalah, menjalankan sesuatu hasrat dalam diri(gag munafik gw). hasrat=negatif, IYA!! bener!! tetapi... negatif dalam suatu kehidupan segera kita mengartikan bukan sesuatu yang salah(nah ini memasuki apa yg ligar mksdnya), seperti kata ligar, tentang versi, iya bener benar menurutmu belum tentu benar menurutku, kebenaran TUHAN??? ^__________^ kikkkukk cilukkbaaaaa :P

    2. Bekal, hal seperti ini tak perlu di perjelas, kalau memang kamu sudah benar, ngapain bicara soal bekal di akhirat, nah kan SUDAH BENAR :P ,

    3. yanuar dan dega, nah disini dan kedua orang ini yang akan merobek kehidupanmu, karena apa, karena sesungguhnya kebenaran itu sedang kamu cari dengan cara hidup bersosialisasi. interaksi ini membuat keadaanmu secara tidak langsung membentuk or menjawab semua dari pertanyaanmu lalu dalam dirimu ada garis lurus(jalan kehidupanmu). nah, ligar dalam kondisi ini masih beranggap kehidupan itu masing-masing??? ^_^

    ~ nah ketika ligar mengatakan bahwa kehidupan adalah masing-masing, tidak perlu membawa isi dari kehidupan dan isi dari sebuah ajaran(agama), soalnya jadi terlihat ligar mencampur adukan dua nilai yang jelas-jelas berbeda.

    lihat, nilai kehidupanmu DENGAN pemikiranmu, GAMBLANG tampak ABSRUT dan kehidupanmu nilai agama tampak ABSOUTE!!! nah.... pasti nanti kalau ligar melakukan kesalahan ketika hasrat tak terbendungi, yang di kenal adalah RASA PENYESALAN, karena apa, karena terbentur point nilai agama. :)

    untuk memulai lagi, palingan akan murung, diem, ngeluh dalam hati, emosi tingkat tinggi dan bingung dalam diri. :)

    pilihlah ligar, kehidupan versimu or kehidupan versi agamamu???

    "kehidupan dengan caramu, sekarang tidak puas, besok berusaha lebih baik lagi.

    "kehidupan dengan agama, sekarang tidak sesuai ajaran, besok sholat tobat(kalau iya) dan aku yakin besok pasti salah lagi. huhahahahahaha.... :D

    cukup sekian corat coretnya, cieeee.... lagi rajin buat blog ni yeee....
    semangat ligar!!!!!

    clue: sbnrnya yg ku katakan tadi cenderung buat konsistensi dalam diri or belajar tentang monoisme, jika ligar masih bersihkeras dengan argumen ligar, ada caranya... yaitu dengan mempelajari DUALISME!! nah nanti di dalamnya akan jauh tergali apa yang sebenarnya ligar maksud di atas, sehingga, apa yang ligar ucapkan, tuliskan dan lakukan semua dapat di pahami untuk diri sendiri. amin, ku tunggu di kau... :)

    BalasHapus